Banyak orang meyakini bahwa amalan tertentu pasti mendatangkan rezeki. Sayangnya, tidak semua amalan yang disangka membuka pintu rezeki benar-benar membawa keberkahan. Bahkan, jika dilakukan dengan niat keliru, cara salah, atau pemahaman yang menyimpang, justru bisa menjadi sebab kesempitan hidup dan kemiskinan.
Artikel ini membahas amalan-amalan yang sering dianggap mendatangkan rezeki, namun jika salah praktik justru berdampak buruk secara ekonomi dan spiritual, agar kita bisa meluruskannya.
1. Sedekah dengan Niat Pamer dan Ambisi Dunia
Sedekah adalah amal besar, tetapi niat yang rusak menghapus pahala dan keberkahan.
📖 Dalil Al-Qur’an
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”
(QS. Al-Baqarah: 264)
Jika sedekah dilakukan demi:
-
ingin dipuji
-
ingin cepat kaya
-
ingin dianggap dermawan
maka bukan rezeki yang datang, tetapi hilangnya keberkahan harta.
📌 Catatan
Sedekah yang memaksa diri hingga berutang atau melalaikan nafkah keluarga bukan sedekah yang dianjurkan.
2. Banyak Doa dan Wirid Tapi Meninggalkan Usaha
Ada anggapan keliru:
“Kalau sudah banyak doa, tidak perlu bekerja keras.”
Padahal Islam melarang kemalasan yang dibungkus ibadah.
📖 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi)
➡️ Burung tetap keluar sarang, bukan diam menunggu.
3. Boros Mengatasnamakan Tawakal
Sebagian orang menghambur-hamburkan uang sambil berkata:
“Allah Maha Kaya, nanti diganti.”
Ini bukan tawakal, tetapi sikap lalai.
📖 Dalil Al-Qur’an
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
(QS. Al-Isra’: 27)
Islam mengajarkan hemat dan seimbang, bukan pelit dan bukan boros.
Orang yang boros akan mudah jatuh miskin, walaupun penghasilannya besar.
4. Mengejar Amalan Sunnah Tapi Mengabaikan Kewajiban
Ada yang rajin amalan tertentu:
-
wirid rezeki
-
doa-doa khusus
Namun:
-
menipu dalam jual beli
-
lalai amanah
-
malas bekerja dengan benar
📖 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan.”
(HR. Tirmidzi)
➡️ Rezeki tidak hanya soal ibadah, tetapi juga kejujuran dan tanggung jawab.
5. Mengamalkan Ritual Tanpa Ilmu dan Dalil
Banyak amalan viral yang diklaim:
-
pasti kaya
-
anti miskin
-
rezeki mengalir deras
Namun tidak jelas sumbernya dan kadang mengarah pada:
-
khurafat
-
penipuan
-
pemborosan harta
📖 Dalil Al-Qur’an
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Mengikuti amalan tanpa ilmu bisa merusak iman dan keuangan sekaligus.
Penutup: Rezeki Datang dengan Ilmu, Amal, dan Usaha
Islam tidak menjanjikan rezeki melalui jalan pintas.
Rezeki datang karena:
-
niat yang lurus
-
amal yang benar
-
usaha yang halal
-
pengelolaan harta yang bijak
📖 Dalil Penegas
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)
➡️ Bukan banyaknya ritual yang menentukan, tetapi ketakwaan yang benar.
