Banyak orang menganggap miskin adalah takdir yang tidak bisa diubah. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, kemiskinan sering kali merupakan akibat dari pilihan hidup, bukan semata-mata ketentuan Allah yang tidak bisa diubah. Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar. Allah Maha Adil dan tidak menzalimi hamba-Nya.
Artikel ini akan mengulas secara jujur dan lugas pilihan-pilihan hidup yang sering dianggap sepele, namun berdampak besar pada kondisi ekonomi seseorang.
1. Malas Berusaha dan Menreview Diri
Salah satu penyebab utama kemiskinan adalah malas berusaha dan enggan mengevaluasi diri. Banyak orang terus mengulang kesalahan yang sama, namun berharap hasil yang berbeda.
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha. Tawakal yang benar datang setelah ikhtiar maksimal.
2. Boros dan Tidak Mengatur Keuangan
Banyak orang berpenghasilan cukup, namun tetap hidup kekurangan karena gaya hidup konsumtif.
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
(QS. Al-Isra: 27)
Pilihan untuk membeli hal yang tidak perlu, mengikuti gengsi, dan berutang demi gaya hidup adalah jalan cepat menuju kesulitan ekonomi.
3. Menunda-nunda dan Takut Memulai
Menunda bekerja, menunda belajar skill, menunda usaha, dan menunda perubahan adalah pilihan yang mahal harganya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara…”
(HR. Al-Hakim)
Waktu yang terbuang adalah modal yang hilang dan tidak bisa dikembalikan.
4. Menolak Ilmu dan Nasihat
Kemiskinan juga sering disebabkan oleh keras kepala dan merasa paling benar.
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Menolak belajar, enggan mendengar nasihat, dan anti perubahan membuat seseorang terjebak di tempat yang sama bertahun-tahun.
5. Menghalalkan Cara, Mengabaikan Keberkahan
Ada yang bekerja keras, tetapi hartanya tidak berkah karena cara yang haram: menipu, riba, manipulasi, atau mengambil hak orang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Pilihan ini mungkin terlihat menguntungkan di awal, namun sering berujung kesempitan hidup dan kegelisahan.
6. Menyalahkan Takdir, Bukan Memperbaiki Diri
Menyalahkan keadaan, orang lain, atau takdir tanpa mau berubah adalah pilihan paling berbahaya.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa perubahan hidup dimulai dari keputusan pribadi.
Kesimpulan
Miskin bukan selalu takdir, tapi sering kali buah dari pilihan:
-
Malas berusaha
-
Boros
-
Menunda perubahan
-
Menolak ilmu
-
Mengabaikan keberkahan
-
Terus menyalahkan keadaan
Kabar baiknya, pilihan bisa diubah. Dan ketika pilihan berubah, perlahan kondisi hidup pun akan ikut berubah.
Penutup
Jika hari ini hidup terasa sempit, mungkin ini bukan hukuman, melainkan peringatan lembut agar kita memperbaiki arah hidup. Mulailah dari pilihan kecil hari ini, karena dari sanalah perubahan besar dimulai.
