Banyak orang rajin berdoa, tetapi hidupnya terasa stagnan, rezeki sempit, dan masalah ekonomi seakan tak berujung. Lalu muncul pertanyaan penting: apakah doa yang salah justru bisa menarik kemiskinan? Jawabannya bisa, bukan karena doa itu buruk, tetapi cara, isi, dan sikap hati saat berdoa yang keliru.
Artikel ini membahasnya secara tuntas dari sudut pandang Islam, lengkap dengan dalil dan solusi praktis.
Apa yang Dimaksud “Doa yang Salah”?
Doa yang salah bukan berarti dilarang, tetapi doa yang:
Bertentangan dengan adab berdoa
Mengandung prasangka buruk kepada Allah
Melemahkan mental dan ikhtiar
Mengulang narasi kemiskinan dalam ucapan dan keyakinan
Islam mengajarkan bahwa doa adalah ibadah sekaligus refleksi keyakinan hati.
1. Doa dengan Keyakinan Negatif
Banyak orang berdoa dengan kalimat seperti:
“Ya Allah, hidup saya memang susah dari dulu.”
“Saya memang ditakdirkan miskin.”
Kalimat seperti ini bukan sekadar curhat—ia adalah penguatan mental miskin.
Dalil:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
👉 Jika prasangka kita buruk, maka hasilnya pun bisa sesuai prasangka itu.
2. Doa yang Melemahkan Ikhtiar
Berdoa minta rezeki, tetapi:
Malas bekerja
Tak mau belajar
Tak mau berubah
Ini menjadikan doa sebagai pelarian, bukan penguat usaha.
Dalil:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Doa tanpa ikhtiar bisa membuat seseorang terjebak dalam lingkaran kemiskinan pasif.
3. Doa yang Isinya Mengeluh Terus-Menerus
Mengeluh boleh, tetapi jika doa hanya berisi:
Kesedihan
Keluhan
Merasa dizalimi nasib
Tanpa harapan dan husnuzan, maka doa berubah menjadi penguat rasa tidak berdaya.
Padahal doa seharusnya mengangkat mental, bukan menjatuhkannya.
4. Doa yang Mengandung Kalimat Penghambat Rezeki
Contoh kalimat berbahaya:
“Asal cukup makan saja sudah syukur.”
“Yang penting miskin tapi selamat.”
Kalimat ini terdengar tawadhu, tetapi jika diulang tanpa sadar, ia bisa menjadi batas psikologis rezeki.
Islam mengajarkan qana’ah, bukan membatasi karunia Allah.
Dalil:
“Mintalah kepada Allah dari karunia-Nya.”
(QS. An-Nisa: 32)
5. Doa Tanpa Rasa Syukur
Kurang bersyukur membuat doa kehilangan daya tarik rezeki.
Dalil:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
Doa yang tidak disertai syukur sering membuat seseorang merasa selalu kurang, meski sebenarnya cukup.
Bagaimana Cara Berdoa yang Benar Agar Tidak Menarik Kemiskinan?
✅ 1. Perbaiki Kalimat Doa
Ganti:
“Ya Allah, saya miskin.”
Menjadi:
“Ya Allah, lapangkan rezekiku dan berkahi usahaku.”
✅ 2. Berdoa dengan Harapan dan Optimisme
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi)
✅ 3. Gabungkan Doa dan Ikhtiar
Doa + kerja keras + ilmu = rezeki yang bertumbuh.
✅ 4. Perbanyak Doa Perlindungan dari Kemiskinan
Doa Rasulullah ﷺ:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, dan kehinaan.”
(HR. Abu Dawud)
Kesimpulan
❌ Doa tidak pernah salah
⚠️ Cara berdoa dan keyakinan di baliknya yang bisa salah
Doa yang:
Penuh prasangka buruk
Melemahkan ikhtiar
Mengulang narasi kemiskinan
👉 Bisa membuat seseorang terjebak dalam pola hidup miskin.
Sebaliknya, doa yang:
Optimis
Penuh harapan
Disertai usaha dan syukur
👉 Menjadi magnet keberkahan dan rezeki.
