Anak Sudah Hafal Huruf tetapi Belum Bisa Membaca? Coba Latihan 10 Menit Ini

Anak hafal huruf tetapi belum bisa membaca? Coba latihan bunyi huruf, suku kata, dan kata sederhana selama 10 menit bersama orang tua.

Anak sudah lancar menyebut A sampai Z, tetapi terdiam saat diminta membaca kata mama atau susu? Situasi ini dapat membuat orang tua bingung. Padahal, menyebut nama huruf dan membaca kata membutuhkan keterampilan yang berbeda.

Untuk membantu anak yang sudah hafal huruf tetapi belum bisa membaca, orang tua perlu mengetahui bagian yang masih sulit: mengenali huruf secara acak, menghubungkan huruf dengan bunyinya, atau menyatukan bunyi menjadi kata.

JAWABAN SINGKAT

Mulailah dari bunyi huruf yang sudah dikenal, gabungkan menjadi suku kata sederhana, lalu baca kata yang bermakna. Contohnya, bunyi /m/ dan /a/ disatukan menjadi ma, kemudian ma-ma dibaca mama. Tambahkan percakapan tentang arti kata agar latihan tidak berhenti pada pengucapan.

Daftar isi artikel

Mengapa Hafal Huruf Belum Berarti Bisa Membaca?

Menghafal urutan alfabet belum menunjukkan bahwa anak dapat mengenali setiap huruf di dalam kata. Selain mengenali bentuk, anak perlu menghubungkan huruf dengan bunyi dan menggabungkan bunyi tersebut saat membaca.

Misalnya, nama huruf m adalah em, sedangkan bunyi yang dilatih saat membentuk ma adalah /m/. Garis miring menandai bunyi; orang tua cukup mengucapkannya, tanpa menyebut tanda tersebut.

Panduan What Works Clearinghouse dari Institute of Education Sciences (IES) menekankan hubungan bunyi dan huruf, latihan membaca kata, serta membaca teks yang saling terhubung untuk mendukung ketepatan, kelancaran, dan pemahaman. [1]

Amati Titik Kesulitan Anak Sebelum Menambah Latihan

Siapkan beberapa kartu huruf dan dua atau tiga kata pendek. Ajak anak mencoba dengan santai, tanpa menjadikannya ujian. Catat bagian yang sudah dapat dilakukan sendiri dan bagian yang masih membutuhkan contoh.

Contoh pengamatan untuk menentukan titik awal latihan
Yang terlihat Yang bisa dicoba
Lancar A–Z, tetapi bingung ketika kartu diacak. Kenalkan kembali beberapa huruf dalam urutan berbeda, bukan seluruh alfabet sekaligus.
Tahu nama huruf, tetapi belum tahu bunyinya. Contohkan bunyi huruf dengan jelas, lalu hubungkan dengan bentuk tertulisnya.
Dapat membaca ma, tetapi belum menyatukan ma-ma. Tunjuk setiap bagian, dekatkan jeda pengucapan, lalu contohkan kata utuh mama.
Menyebut benda pada gambar tanpa memperhatikan tulisan. Sesekali gunakan kartu kata tanpa gambar untuk melatih perhatian pada huruf, kemudian bicarakan maknanya.

Contoh Latihan Membaca 10 Menit di Rumah

Rangkaian berikut merupakan contoh susunan kegiatan dari Shaqueena. Pembagian waktunya bukan durasi wajib atau jaminan anak cepat lancar. Pilih kegiatan yang sesuai kemampuan; bila anak lelah, sesi boleh dipersingkat.

Siapkan kertas, spidol, dan kartu huruf m, s, a, u. Gunakan kelompok ini jika anak sudah mengenal bentuk dan bunyinya. Jika belum, mulailah dengan lebih sedikit huruf dan ulangi tahap yang sama.

1 menit

1. Mulai dari sesuatu yang sudah dikuasai

Minta anak memilih kartu huruf yang dikenalnya. Beri kesempatan menjawab tanpa terburu-buru. Pilihan pembuka ini cukup satu atau dua kartu.

“Kamu mau mulai dari huruf yang mana? Coba tunjukkan yang sudah kamu kenal.”
2 menit

2. Hubungkan bentuk huruf dengan bunyinya

Tunjukkan kartu m sambil mencontohkan bunyi /m/, lalu kartu a dengan bunyi /a/. Lakukan bergantian. Tambahkan s dan u bila anak sudah siap.

“Ini m. Dengarkan bunyinya: mmm. Sekarang ini a, bunyinya aaa.”
3 menit

3. Satukan bunyi menjadi suku kata

Letakkan m diikuti a. Gerakkan jari dari kiri ke kanan sambil menyatukan bunyi menjadi ma. Ulangi beberapa kali, kemudian coba mu, sa, atau su sesuai kemampuan.

/m/ + /a/ → ma   |   /s/ + /u/ → su
2 menit

4. Bentuk satu atau dua kata sederhana

Gabungkan kartu ma dan ma menjadi mama, atau su dan su menjadi susu. Setelah dibaca, ajak anak memakai kata itu dalam percakapan.

ma + ma → mama   |   su + su → susu
“Kata ini susu. Biasanya kamu minum susu pakai apa?”
2 menit

5. Tutup dengan kalimat dan percakapan

Bacakan kalimat “Mama minum susu.” Anak boleh membaca kata yang sudah dikuasainya, sementara orang tua membantu kata lain. Tanyakan, “Siapa yang minum susu?”, lalu beri pujian pada usahanya.

“Tadi kamu berhasil menyatukan ma dan ma menjadi mama. Besok kita coba lagi, ya.”

Sesuaikan dengan bahasa yang dipelajari. Prinsip bunyi–huruf dan membaca bertahap merujuk panduan IES yang banyak menggunakan contoh bahasa Inggris. Kata bahasa Indonesia dan pembagian 10 menit di atas merupakan adaptasi praktis, bukan program yang diuji langsung dalam sumber tersebut.

Dua Permainan Sederhana Tanpa Alat Mahal

Pasangkan dan baca

Tulis ma dan su pada beberapa potongan kertas. Anak memasangkan dua kartu yang sama, lalu membaca hasilnya: mama atau susu. Tukar peran agar anak juga boleh memberi tantangan.

Ganti satu huruf

Susun ma, lalu ganti a menjadi u. Ajak anak membaca mu. Ini latihan suku kata; tidak setiap gabungan harus menjadi kata yang berdiri sendiri.

Di luar sesi latihan, tetap bacakan buku yang disukai anak. UNICEF menyarankan rutinitas membaca bersama, memilih bacaan sesuai minat, dan bergantian membaca sesuai kemampuan. Anak yang belum mampu membaca kalimat tetap dapat ikut menunjuk kata atau membicarakan gambar. [3]

Catat Kemajuan dari Kemampuan yang Terlihat

Catatan singkat membantu orang tua menentukan kegiatan berikutnya. Gunakan tiga keterangan: mandiri, dengan bantuan, atau belum dicoba.

  • Mengenali huruf saat urutannya diubah.
  • Mengucapkan bunyi huruf yang sedang dipelajari.
  • Menyatukan dua bunyi menjadi suku kata.
  • Membaca kata pendek tanpa selalu menunggu contoh.
  • Menjawab pertanyaan sederhana tentang bacaan.

Contohnya: “Senin: ma masih dibantu. Kamis: ma mandiri, mu dibantu.” Catatan seperti ini lebih jelas untuk dibagikan kepada guru daripada hanya menulis “belum lancar”.

Saat anak keliru, berikan contoh yang bisa ditiru. “Kita lihat lagi hurufnya. Ini mmm, lalu aaa. Kita satukan: ma. Sekarang coba bersama.”

Hindari menambah banyak pola ketika pola sebelumnya masih sulit. Panduan kegiatan keluarga IES menganjurkan memilih aktivitas yang sesuai, mengesampingkan aktivitas yang terlalu sulit, serta mendampingi dengan sabar dan umpan balik positif. [2]

Kapan Perlu Berdiskusi dengan Guru?

Bicarakan dengan guru jika anak terus kesulitan pada pola yang sama meskipun sudah mendapat contoh dan kesempatan berlatih, atau jika kegiatan membaca semakin membuatnya enggan belajar. Bawa contoh kata dan catatan bantuan yang dibutuhkan agar diskusinya konkret.

Tanyakan, “Bagian mana yang perlu kami latih di rumah, dan bagaimana cara mencontohkannya agar sesuai dengan di kelas?” Sepakati target kecil dan waktu untuk melihat kembali perkembangannya. Jangan menyimpulkan penyebab kesulitan hanya dari satu sesi latihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah anak harus hafal semua huruf sebelum membaca kata?

Latihan kata sederhana dapat dimulai dari beberapa hubungan huruf dan bunyi yang sudah dikuasai. Pilih kata yang tersusun dari huruf tersebut, lalu perluas secara bertahap. [1]

Apakah belajar 10 menit pasti membuat anak cepat lancar?

Tidak ada jaminan demikian. Sepuluh menit adalah contoh pengaturan kegiatan agar mudah dimulai. Kemajuan perlu dilihat dari kemampuan anak, kesesuaian materi, dan bantuan yang masih diperlukan.

Bagaimana jika anak hanya mengingat urutan kartu?

Acak posisi kartu yang sudah dipelajari dan minta anak membacanya kembali. Tujuannya melihat apakah anak memperhatikan tulisan. Beri contoh lagi bila masih sulit, lalu ulangi dengan jumlah kartu lebih sedikit.

Apakah cara ini cocok untuk anak PAUD dan TK?

Kegiatannya perlu disesuaikan dengan minat dan kesiapan anak. Untuk anak yang belum tertarik pada latihan huruf, mulailah dari mendengarkan cerita, bermain bunyi, dan membicarakan gambar. Tidak perlu menuntaskan seluruh rangkaian sekaligus. [2]

Mulai dari satu keberhasilan kecil hari ini. Pilih beberapa huruf yang sudah dikenal anak, bantu menyatukan bunyinya, lalu gunakan hasil bacaan dalam percakapan. Kemampuan yang mulai muncul itulah yang menjadi titik awal latihan berikutnya.

Baca juga: Tips memilih tempat bimbingan belajar anak di Singkawang .

Sumber rujukan

  1. Institute of Education Sciences / What Works Clearinghouse. Foundational Skills to Support Reading for Understanding in Kindergarten Through 3rd Grade .
  2. Institute of Education Sciences / REL Southeast. Supporting Your Child’s Reading at Home .
  3. UNICEF Parenting. How to Teach Your Child to Love Reading .

Rujukan diakses 2 November 2026. Contoh dialog, permainan, dan catatan kemajuan disusun untuk membantu penerapan di rumah.

Bimbel Queen Singkawang tidak hanya menyediakan informasi seputar bimbel, tetapi juga informasi umum seputar kehidupan sehari-hari yang bisa diakses melalui link: shaqueena.com 😊

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

BCA Blu - Saifullah (007847464643)

Mandiri - Saifullah (1460019181044)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.

Penulis

Saifullah.id
PT Saifullah Digital Advantec

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini, lalu centang Beri Tahu Saya agar mendapatkan notifikasi saat kami membalas, lalu tekan PUBLIKASIKAN