Fenomena Siswa SMP dan SMA Sulit Membaca: Mengapa Bisa Terjadi?

Mengapa ada siswa SMP dan SMA yang masih sulit membaca? Kenali fakta literasi, kemungkinan penyebab, serta langkah pendampingan di sekolah dan rumah.
LITERASI & PENDIDIKAN

Sudah duduk di bangku SMP atau SMA, tetapi masih kesulitan membaca? Persoalan ini mengundang keprihatinan karena kemampuan membaca menjadi pintu masuk untuk memahami hampir semua mata pelajaran.

Namun, ungkapan “banyak anak sekarang tidak bisa baca” perlu diperiksa dengan cermat. Belum mampu membaca kata, belum lancar membaca, dan belum memahami isi bacaan merupakan kondisi berbeda yang membutuhkan bantuan berbeda pula.

Apakah Benar Ada Siswa SMP yang Belum Bisa Membaca?

Laporan tentang persoalan tersebut memang ada. TVRI News pada 16 Juli 2025 memberitakan pernyataan anggota Komisi X DPR RI mengenai temuan siswa kelas VII dan VIII di Kabupaten Serang yang belum bisa membaca. Dalam pemberitaan itu, Mendikdasmen menyampaikan perlunya menelusuri kasus tersebut dan mengambil kebijakan berdasarkan data.

Akan tetapi, laporan kasus di suatu daerah belum menunjukkan jumlah siswa dengan kondisi serupa di seluruh Indonesia. Sumber yang digunakan dalam artikel ini juga belum memberikan angka nasional siswa SMP dan SMA yang sama sekali belum mampu membaca.

Catatan penting: adanya siswa yang belum bisa membaca perlu ditangani serius. Namun, kasus tersebut tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan bahwa mayoritas siswa SMP dan SMA Indonesia tidak mengenal huruf.

“Tidak Bisa Membaca” Bisa Berarti Tiga Hal Berbeda

1. Kesulitan membaca dasar

Siswa masih kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyi, merangkai suku kata, atau membaca kata secara tepat.

2. Belum lancar membaca

Siswa sudah dapat membaca kata, tetapi masih sering berhenti, mengulang, atau salah membaca sehingga kegiatan membaca terasa berat.

3. Sulit memahami bacaan

Siswa dapat membunyikan tulisan, tetapi kesulitan menjelaskan isi, menemukan gagasan utama, atau menarik kesimpulan.

Perbedaan ini penting. Anak yang masih kesulitan merangkai kata membutuhkan pengajaran membaca dasar. Sementara itu, anak yang lancar membacakan teks tetapi belum memahami maknanya membutuhkan penguatan kosakata dan pemahaman bacaan.

Apa yang Ditunjukkan Data PISA?

Gambaran literasi dari PISA 2022

Sekitar 25%

siswa Indonesia peserta PISA 2022 mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam membaca, menurut catatan negara OECD. PISA menilai siswa berusia sekitar 15 tahun.

Tahun data: 2022. Angka ini digunakan sebagai gambaran hasil asesmen pada tahun tersebut, bukan hitungan kondisi seluruh pelajar pada tahun berjalan.

Pada Level 2, siswa antara lain dapat menemukan gagasan utama dalam teks dengan panjang sedang dan mencari informasi berdasarkan kriteria tertentu. Dengan demikian, hasil PISA membahas kemampuan menggunakan dan memahami bacaan, bukan sekadar mengenali huruf.

Sekitar 75% yang belum mencapai Level 2 tidak boleh disebut sebagai 75% siswa yang buta huruf. Kelompok tersebut mencakup kemampuan membaca yang beragam. Data ini menunjukkan tantangan pemahaman bacaan, tetapi tidak menghitung secara langsung jumlah siswa yang sama sekali belum bisa membaca kata.

Mengapa Kesulitan Membaca Bisa Terbawa hingga Sekolah Menengah?

Penyebab setiap siswa perlu ditelusuri melalui penilaian awal dan percakapan dengan keluarga serta guru. Berikut beberapa kemungkinan yang patut diperiksa, bukan kesimpulan yang berlaku untuk semua anak.

1. Kebutuhan belajar dasar belum tertangani

Jika kesulitan membaca kata belum dikenali dan mendapat bantuan yang sesuai, siswa dapat terus menghadapi materi yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi. Kelas bertambah, sementara keterampilan yang dibutuhkan untuk mengakses pelajaran masih tertinggal.

2. Bantuan belum sesuai dengan letak kesulitannya

Menambah lembar soal belum tentu menjawab masalah. Siswa yang kesulitan membaca kata membutuhkan bantuan berbeda dari siswa yang belum memahami kosakata. Karena itu, pendampingan sebaiknya diawali dengan mengenali keterampilan yang sudah dan belum dikuasai.

3. Kesempatan berlatih belum konsisten

Sekolah dan keluarga perlu memeriksa apakah siswa memiliki bahan bacaan yang dapat dijangkau, waktu latihan, serta pendamping yang membantu ketika mengalami kesulitan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan tanpa menyalahkan kondisi keluarga.

4. Kesulitan tersembunyi di balik tugas yang selesai

Tugas tertulis yang terisi belum cukup untuk menunjukkan kemampuan membaca mandiri. Sebagai langkah pemeriksaan, guru dapat meminta siswa membaca teks pendek secara individual lalu menceritakan isinya dengan kata-kata sendiri.

5. Siswa merasa malu meminta bantuan

Remaja mungkin tidak nyaman ketika diminta mengulang keterampilan dasar di depan teman-temannya. Pendampingan perlu menjaga privasi dan menggunakan bahan yang menghargai usia siswa, meskipun tingkat kesulitan teks disederhanakan.

Apakah semua ini karena gawai atau kenaikan kelas? Tidak tepat menetapkan satu penyebab untuk semua kasus. Kebiasaan menggunakan gawai, riwayat pembelajaran, kehadiran, dan dukungan belajar dapat ditelusuri. Namun, tuduhan umum tidak dapat menggantikan pemeriksaan kebutuhan setiap siswa.

Mengapa Masalah Ini Perlu Segera Ditangani?

Di sekolah menengah, siswa menggunakan bacaan untuk memahami petunjuk, soal cerita, penjelasan konsep, dan berbagai sumber informasi. Ketika membaca masih menjadi hambatan, guru perlu memeriksa apakah kesalahan jawaban berasal dari pemahaman materi atau dari kesulitan mengakses teksnya.

Misalnya, siswa yang tidak dapat menjelaskan pertanyaan dalam soal matematika mungkin membutuhkan bantuan memahami bahasa soal sebelum kemampuan berhitungnya dinilai. Contoh ini menunjukkan mengapa membaca perlu diperhatikan oleh guru berbagai mata pelajaran.

Langkah Pendampingan yang Dapat Dilakukan

Panduan Institute of Education Sciences untuk intervensi membaca kelas 4–9 menekankan penguatan membaca kata, kelancaran, dan pemahaman. Panduan tersebut disusun untuk konteks pembelajaran berbahasa Inggris; penerapannya pada bahasa Indonesia perlu disesuaikan, dan cakupannya tidak langsung mewakili seluruh jenjang SMA.

Contoh penyesuaian pendampingan berdasarkan kebutuhan siswa
Kebutuhan yang ditemukan Contoh pendampingan
Kesulitan membaca kata Ajarkan hubungan huruf dan bunyi serta latihan merangkai kata secara bertahap sesuai hasil penilaian.
Membaca masih tersendat Berikan contoh membaca, lalu lakukan latihan membaca ulang teks pendek dengan umpan balik.
Kurang memahami kosakata Bahas arti kata penting dan gunakan kata tersebut dalam kalimat yang dekat dengan pengalaman siswa.
Sulit memahami isi teks Latih menjelaskan isi bagian pendek, menemukan informasi pendukung, dan menyusun ringkasan.

Mulai dengan penilaian individual

Periksa kemampuan membaca kata, kelancaran, kosakata, dan pemahaman. Hindari menganggap seluruh siswa yang kesulitan membaca harus memulai dari tahap yang sama.

Tetapkan target yang dapat diamati

Contoh target pendampingan adalah membaca daftar kata tertentu dengan lebih tepat atau menjelaskan gagasan utama satu paragraf. Catat perkembangan dan sesuaikan latihan berdasarkan hasilnya, bukan hanya jumlah pertemuan.

Gunakan materi yang sesuai usia

Teks tentang olahraga, lingkungan, teknologi, atau aktivitas sehari-hari dapat disederhanakan. Siswa remaja tetap perlu memperoleh bahan yang menghormati minat dan usianya.

Hubungkan latihan dengan pelajaran sekolah

Setelah berlatih membaca, ajak siswa memahami petunjuk tugas atau paragraf dari pelajarannya. Tujuannya agar keterampilan yang dipelajari dapat digunakan dalam kegiatan sekolah.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

  • Bicarakan secara pribadi. Tanyakan bagian membaca yang terasa sulit tanpa membandingkannya dengan saudara atau teman.
  • Dampingi latihan singkat yang teratur. Pilih durasi yang dapat dijalankan dengan nyaman dan bahan yang sesuai kemampuan anak.
  • Ajak membicarakan isi bacaan. Pertanyaan seperti “Bagian ini menceritakan apa?” dapat membantu melihat pemahaman anak.
  • Berkoordinasi dengan guru. Sepakati keterampilan yang diprioritaskan dan cara mencatat perkembangannya.
  • Hargai kemajuan yang konkret. Misalnya, anak berhasil membaca kata yang sebelumnya sulit atau menjelaskan isi teks dengan lebih jelas.

Peran Sekolah dan Bimbingan Belajar di Singkawang

Bagi orang tua dan pendidik di Singkawang, isu nasional ini dapat menjadi pengingat untuk memeriksa kemampuan membaca anak secara langsung. Namun, data nasional maupun kasus dari daerah lain tidak dapat dianggap sebagai gambaran khusus kondisi siswa di Singkawang tanpa data setempat.

Dalam konteks pendampingan di Bimbel Queen maupun lembaga belajar lainnya, langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memetakan kemampuan awal, menentukan target individual, serta menyampaikan perkembangan kepada orang tua. Pemilihan materi sebaiknya mempertimbangkan kemampuan aktual siswa selain jenjang kelasnya.

Mari perhatikan fondasi membaca sejak sekarang. Periksa apakah anak mampu membaca dengan tepat, menjelaskan isi bacaan, dan memahami petunjuk tugas. Jika ada bagian yang masih sulit, gunakan hasil pengamatan itu untuk merencanakan pendampingan bersama guru.

Jelajahi Game Edukasi Bimbel Queen

Game edukasi dapat digunakan sebagai kegiatan pendamping. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan belajar anak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah banyak siswa SMP dan SMA benar-benar tidak bisa membaca?

Ada laporan kasus siswa SMP yang belum bisa membaca. Namun, sumber dalam artikel ini belum menyediakan angka nasional siswa SMP dan SMA yang sama sekali belum mampu membaca. Rendahnya hasil literasi juga tidak sama dengan tidak mengenal huruf.

Apakah membaca lancar berarti sudah memahami bacaan?

Belum tentu. Pemahaman perlu diperiksa dengan meminta siswa menjelaskan isi, menemukan informasi penting, atau menyampaikan kesimpulan berdasarkan teks.

Apakah siswa SMP harus mulai belajar dari huruf lagi?

Hanya jika penilaian menunjukkan bahwa keterampilan tersebut belum dikuasai. Latihan sebaiknya dimulai dari bagian yang memang masih menjadi kesulitan siswa.

Berapa lama sampai kemampuan membaca membaik?

Tidak ada durasi yang sama untuk semua siswa. Target dan evaluasi perlu disesuaikan dengan kemampuan awal, kebutuhan belajar, serta respons terhadap pendampingan. Hindari menjanjikan hasil pasti dalam sejumlah pertemuan.

Sumber dan catatan editorial
  1. TVRI News: Mendikdasmen Tanggapi Temuan Siswa SMP Belum Bisa Membaca: Akan Dicek , 16 Juli 2025.
  2. OECD: PISA 2022 Results, Country Note Indonesia , 2023.
  3. Institute of Education Sciences: Providing Reading Interventions for Students in Grades 4–9 , 2022.

Artikel ini membedakan laporan kasus, data asesmen, dan saran pendampingan. Kemungkinan penyebab yang dibahas perlu diperiksa pada setiap siswa dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan penyebab nasional.

Bimbel Queen Singkawang tidak hanya menyediakan informasi seputar bimbel, tetapi juga informasi umum seputar kehidupan sehari-hari yang bisa diakses melalui link: shaqueena.com 😊

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

BCA Blu - Saifullah (007847464643)

Mandiri - Saifullah (1460019181044)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.

Penulis

Saifullah.id
PT Saifullah Digital Advantec

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini, lalu centang Beri Tahu Saya agar mendapatkan notifikasi saat kami membalas, lalu tekan PUBLIKASIKAN